Malioboro Jogja, Jantung Kota yang Selalu Bikin Kangen ke Yogyakarta

Salah satu hal wajib yang harus Anda lakukan jika berkesempatan berkunjung ke Yogyakarta adalah menginjakkan kaki di Malioboro Jogja. Yap, kawasan surga belanja dan budaya ini memang dijuluki sebagai jantung kota Yogyakarta. Saking populernya, Malioboro bahkan bisa dianggap sebagai jalan paling dikenal di Indonesia baik oleh warga lokal atau turis mancanegara.

Sejarah Malioboro

Semenjak Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri, Malioboro memang sudah menjadi penggerak utama. Mungkin Anda penasaran, kenapa kawasan ini harus dijuluki sebagai Malioboro dan tidak menggunakan nama-nama pahlawan seperti lazimnya jalanan lain di Yogyakarta? Ternyata memiliki asal-usul sejarah yang sangat kuat. Istilah Malioboro diyakini diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga.

Selain itu, ada literatur yang menyebutkan bahwa dulu di daerah tersebut pernah tinggal seorang kolonial asal Inggris bernama Marlborough pada tahun 1811-1816. Sehingga akhirnya tempat tinggalnya dijuluki menjadi area Malioboro lantaran disesuaikan dengan pengucapan warga setempat. Sempat merupakan jalur dua arah, kepadatan lalu lintas membuat pemerintah mengubah Malioboro jadi jalur searah pada 1980.

Sebutan jantung kota Yogyakarta pun terasa tidak berlebihan karena Malioboro ada tepat di garis sumbu imajiner gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – pantai Parangtritis, tiga kawasan yang secara turun-temurun disakralkan oleh warga Yogyakarta. Dalam sejarah, Malioboro memang sudah menjadi pusat peradaban sejak masa kerajaan saat kompleks kantor Kepatihan yang dipimpin Patih Danurejo berada di tempat tersebut.

Obyek Wisata Seru di Sekitar Malioboro

Buka setiap hari kecuali Selasa Wage mulai pukul 08.00 – 22.00 WIB (khusus PKL), kehidupan di Malioboro memang seolah tanpa koma. Anda bisa mencari sarapan pagi, berbelanja cindera mata, menikmati pertunjukan seni hingga mungkin sekadar jalan-jalan saja saat melintasi Malioboro. Namun jika ingin menikmati suguhan wisata lain, beberapa tempat berikut ini bisa ditemukan di dekat Malioboro Jogja:

  1. Tugu Jogja: Cobalah berjalan satu kilometer ke arah utara Malioboro, maka ada Tugu Jogja yang super populer itu. Tugu ini adalah lambang kota Yogyakarta yang begitu ikonik di perempatan jalan Jenderal Sudirman dan Margo Utomo. Tak lengkap rasanya ke Malioboro tanpa selfie di depan Tugu Jogja. Ingin nongkrong di dekat Tugu Jogja? Nikmatilah sembari menyeruput kopi jos di angkringan sekitarnya
  2. Pasar Beringharjo: Ingin membeli beragam oleh-oleh saat berkunjung ke Yogyakarta? Malioboro memang pusatnya. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah pasar Beringharjo yang juga merupakan pasar tradisional tertua di Jogja. Beragam produk dijual di Beringharjo tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai dari kain batik, pakaian, barang antik, sampai kuliner khas Jogja ada di Beringharjo
  3. Benteng Vrederburg: Kalau Anda adalah seorang pecinta sejarah, tentunya benteng Vrederburg adalah tempat wajib dikunjungi. Merupakan benteng peninggalan Belanda, bangunan ini berada sekitar 180 meter ke selatan dari pasar Beringharjo. Saat ini benteng Vrederburg sudah menjadi sebuah museum dengan berbagai diorama sejarah Indonesia yang masih terawat.
  4. Taman Sari: Penasaran seperti apa sih kehidupan bangsawan Jogja di masa lalu? Taman Sari adalah tempat yang cocok disinggahi. Bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit dari Malioboro, Taman Sari adalah sebuah taman lengkap dengan kolam pemandian putri keraton yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.
  5. Alun-Alun Kidul: Tak lengkap rasanya kalau ke Yogyakarta tanpa menikmati gemerlap malamnya. Tempat terbaik untuk menghabiskan waktu malam di Jogja adalah Alun-Alun Kidul alias Alkid. Di Alkid, Anda bisa menemukan berbagai kuliner rakyat yang murah meriah dan naik sepeda gembira atau delman. Namun jangan juga lupakan kesempatan melintasi pohon beringin kembar di Alkid

Kelima tempat wisata itu memang seolah sudah satu paket untuk dikunjungi saat Anda datang ke kawasan Malioboro. Tak heran kalau memang akhirnya Malioboro dijuluki sebagai pemompa utama nadi kehidupan Yogyakarta.

Baca Juga : Pantai Pok Tunggal, Surga Tersembunyi di Gunung Kidul

Fasilitas Umum yang Bisa Ditemukan di Malioboro

Sebagai sebuah destinasi wisata dunia, tentu pengelolaan Malioboro haruslah maksimal. Untuk itulah Anda tak perlu cemas saat datang ke Malioboro karena suasananya begitu bersih, rapi dan lengkap. Beberapa fasilitas yang disediakan untuk pengunjung adalah toilet umum, tempat sampah, pedestrian, tempat duduk, taman, para Pedagang Kaki Lima (PKL), Mall Malioboro, petugas yang setia membantu dan berbagai toko.

Mau Anda berkunjung bersama kelompok atau mungkin solo traveller, tak perlu cemas kalau nanti tersesat di Malioboro. Karena Anda bisa menemukan informasi yang diinginkan. Bahkan jika mau menikmati syahdunya suasana Jogja, jangan lupa untuk duduk menikmati musisi jalanan di malam hari sambil menyantap kuliner jalanan. Sungguh situasi yang jelas bakal susah dilupakan.

Rute dan Lokasi Menuju Kawasan Malioboro

Karena berada di pusat kota Yogyakarta, jelas tidak sulit untuk mencapai Malioboro. Ada di sisi selatan stasiun kereta api Tugu Yogyakarta, Anda yang baru tiba di Jogja pun bisa mampir sejenak. Anda pun bisa memilih untuk menginap di salah satu dari ratusan hotel di Malioboro untuk sewaktu-waktu berjalan kaki menyelusurinya. Secara lokasi, Malioboro tepatnya ada di daerah Gedong Tengen.

Dengan kemajuan zaman dan perkembangan transportasi, kini sudah banyak mode transportasi online yang bisa dipesan untuk mengantarkan Anda ke Malioboro. Bagi wisatawan yang berkunjung dengan rombongan bus besar, biasanya akan parkir di Sentra Parking Abu Bakar Ali di ujung jalan, baru kemudian berjalan.

Lantaran begitu mudah diakses inilah, Malioboro memang jadi pilihan utama bagi wisatawan. Jangan lupakan untuk selfie di tulisan jalan Malioboro yang sangat populer itu, karena bakal menjadi sebuah kenangan yang begitu berkesan. Selain tentunya mengabadikan diri di depan Tugu Jogja. Kalau dirasa jalan kaki terlalu lelah, Anda bisa juga menyewa becak, delman hingga sepeda-sepeda angin tradisional yang ada di sana.

Harga Tiket Masuk ke Malioboro

Karena merupakan sebuah kawasan jalan raya, Malioboro tidak menetapkan tarif khusus alias gratis untuk melintasinya. Hanya saja jika Anda membawa kendaraan pribadi, biaya yang harus dibayarkan untuk parkir adalah Rp2.000 (sepeda motor) dan Rp5.000 (mobil). Dengan tarif yang luar biasa terjangkau itulah, banyak yang memilihkan menghabiskan waktu berhari-hari untuk menelusuri Malioboro.

Di beberapa waktu khusus, Malioboro biasanya digunakan sebagai tempat pertunjukan seni jalanan. Ada baiknya Anda mengetahui informasi dari komunitas-komunitas budaya yang bakal menggelar aksinya di sepanjang jalan Malioboro. Atau ketika hari-hari besar nasional yang berkaitan dengan perayaan khusus, bakal ada pertunjukkan pawai yang melintasi Malioboro.

Baca Juga : Menikmati Sensasi Snorkeling di Pantai Nglambor

Untuk itulah bagi Anda yang kini tengah berada di Yogyakarta atau hendak berkunjung, ada baiknya untuk mencari tempat penginapan di kawasan Malioboro. Mencari kuliner legendaris atau belanja batik? Semua tersedia. Mau naik transportasi umum atau berjalan kaki? Sudah pasti juga bisa dipilih sesuai kemampuan. Karena Malioboro Jogja adalah alasan utama setiap orang untuk kembali lagi ke Yogyakarta.